الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Siapa yang tidak hafal dengan lalafadz ini? Setiap muslim pasti akan hafal lafadznya, baik muslim musiman ataupun muslim beneran. Walaupun seringnya pasti lengkap بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).

Ar Rahman Ar Rahim

Bila lengkap الرَّحِيمِ (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) maka ini sungguh sebagai peringatan atau pengingat agar setiap muslim setiapkali hendak melakukan suatu amalan harus didahului dengan ucapan basmallah. Agar amalannya diterima Allah dan tidak sia-sia.

Tetapi apabila hanya الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) saja maka setidaknya perlu sedikit difahami. Kenapa kok Allah mengulang dalam surat Al Fatihah ayat ketiganya tidak utuh? Hanya الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) saja?

Ternyata ayat ketiga ini Allah ingin memberitahukan kepada manusia, terkhusus orang-orang beriman bahwa ayat ketiga ini menunjukkan kalau Allah itu memiliki dua sifat untuk seluruh manusia.

الرَّحْمَنِ (Maha Pemurah), ini adalah Sifat Allah untuk seluruh manusia. Yakni bahwa (setidaknya) Allah memberikan hak hidup kepada seluruh manusia; baik yang muslim maupun yang kafir. Baik yang beriman maupun yang menentang Allah sekalipun.

Maka bisa dilihat di sekitar kita kenapa orang-orang kafir kok hidupnya enak-enak atau bahkan justru cenderung lebih nikmat dibandingkan dengan kehidupan orang-orang muslim?

Ya inilah Sifat Maha Pemurahnya Allah kepada seluruh hambaNya, termasuk orang-orang kafir tadi.

Apalagi jika orang-oarang kafir itu dalam konsep hidupnya amat sangat disiplin. Sehingga secara logika akan bisa difahami oleh semua manusia. Bukankah dalam pepatah bahasa Indonesia sendiri juga disebutkan; rajin pangkal pandai? Dan hemat pangkal kaya?

Nah di sinilah hukum sebab dan akibat ternyata berjalan dengan baik.

Adapun الرَّحِيم (Maha Penyayang) maka ini hanya khusus bagi orang-orang beriman saja.

Di antaranya ketika ada orang beriman yang mau atau sedang atau sudah melakukan kemaksiatan. Nah sebagai bentuk kasih sayangnya Allah, maka Allah akan menegurnya dengan caraNya, tentunya. Entah nanti rejekinya agak dihambat, atau dia sakit atau entah apalagi. Agar apa?

Agar orang beriman yang lagi maksiat itu menyadari lalu kembali kepada Allah dengan ketaatan.

Atau jika ada orang-orang beriman yang justru selalu berusaha untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Tetapi justru dia terkadang sering mengalami gangguan. Entah gangguan keuangan, finansial, kesehatan fisik dan sebagainya.

Ingatlah bahwa sebenarnya bukan berarti Allah benci kepada hambaNya yang seperti ini tetapi Allah justru sedang mengujinya agar kelak bisa mengangkat derajat orang tersebut.

Jadi sekarang tinggal kita saja yang harus selalu berkhusnudhan billah (berprasangka baik kepada Allah).

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid terlengkap berkualitas Turki. Dapatkan penawaran harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.