Dari surat Az Zumar 54 di atas menyebutkan bahwa kita harus kembali kepada ajaran Allah, lalu berserah diri dan baru berdoa kepadaNya. Pasrahkan semua persoalan dan keinginan kepadaNya. Niscaya semua kebaikan yang kita inginkan akan Allah kabulkan.

doa pasti terkabul

Lalu bagaimana jika ternyata seringnya realita yang didapatkan belum seusai dengan doakan yang sering dipanjatkan?

Tenang. Itu sebenarnya Allah punya rencana yang sedang dijalankan untuk kita. Buktinya?

Mari kita lihat kisah keluarga Imran yang Allah abadikan dalam Al Qur’an.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmad (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Qs. Ali Imran 35.

Ibnu Katsir mengatakan bahwa istri Imran ini bernama Hannah binti Faaquudz.

Imran sendiri sudah lama menikah dengan Hannah tetapi belum juga dikaruniai seorang anak. Walau begitu kedua pasangan suami istri itu tidak henti-hentinya melantunkan doa-doa kepada Allah agar diberi momongan.

Walhasil, lantunan doa-doa dengan beruraian air mata penantian itupun membawa hasil. Ya, Allah mengkabulkan permohonan doa keduanya. Hannah hamil.

Sebagai rasa syukurnya keduanya, terkhusus Hannah, bernadzar bila anaknya kelak laki-laki maka anaknya akan dipersembahkan kepada Allah dengan berkhidmad di Baitul Maqdis.

Ya, ini adalah doa kedua setelah Allah memberikan karunia kepada Hannah dengan kehamilannya.

Namun apa yang terjadi? Allah memberinya anak perempuan.

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.

Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” Qs. Ali Imran 36.

Lalu bagaimana reaksi Imran dan keluarganya (istri). Apakah keduanya kecewa? Tidak! Sebab mereka menyadari bahwa pasti ada rahasia Allah yang terbaik untuk keduanya dari anak yang baru saja dilahirkan.

Subhaanallah. Sungguh keluarga (Imran) yang patut dijadikan contoh.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Doa Pasti Terkabul Bag.3

Sedang mencari karpet untuk masjid? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid terlengkap berkualitas Turki. Dapatkan penawaran harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.