الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Qs. Al Maaidah 3.

Islam Arab dan Islam Nusantara

Ketika ayat ini turun hampir semua para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyambutnya dengan gegap gempita. Sebab, bagi mereka, sudah tidak akan ada lagi syariat baru yang bakal turun. Selain itu, dan yang terpenting, bahwa ternyata Islam benar-benar telah Allah restui dan ridhai sebagai agama bagi seluruh umat manusia yang menginginkan mendapatkan ridaha dan rahmat Allah Ta’ala.

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ. إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ. فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالأمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاغُ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ.

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Qs. Ali Imran 18-20.

Ayat ke-19 dari surat Ali Imran di atas juga sudah jelas menyatakan bahwa agama yang dirdhai di sisi Allah hanyalah Islam. Bahkan di ayat berikutnya Allah telah mengancam manusia tentang siapa saja berani mendebat atau menyelisihi tentang kebenaran Islam ini maka Allah akan cepat membuat perhitungan.

Tetapi entah lupa atau tidak ingat dengan ayat di atas. Ternyata ada sekelompok orang yang mengusung Islam yang nyleneh. Mereka berani mengkritisi Islam yang sudah Allah ridhai dengan mengatakan bahwa Islam yang rahmatan lil ‘alamin Islam yang berasal dari Indonesia, bukan Islam yang ke-Arab-araban. Atau Islam yang dari Arab.

Emang ada berapa Islam itu? Lalu ada berapa nabi Muhammad itu?

Alasannya sungguh tidak masuk akal. Katanya, Islam yang dari Arab itu selalu mengajarkan kekerasan!

Kalau begitu, apakah Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam itu mengajarkan kekerasan? Bukankah beliau itu asli orang Arab?

Tidak usah jauh-jauh. Maaf, di bawah ini hanya hanya sekedar untuk memberikan penalaran yang mudah:

Sukarno presiden pertama Indonesia. Kemudian ada DN Aidit, ada Untung Suropati, ada Musolini dan sebagainya. Lalu apakah nama-nama yang disebutkan di atas bukan orang Indonesia (kecuali Sukarno)? Sebab mereka telah melakukan pemberontakan?

Jadi tidak jauh berbeda dengan yang disangka-kan oleh pembenci Islam selama ini bukan? Yaitu ketika ada orang Arab yang melakukan kriminal lalu dicap bahwa orang Islam itu identik dengan kekerasan. Sehingga para pengikutnya harus melakukan “PEMBAHARUAN” terhadap Islam dari dalam.

Nah salah satu yang diperbaharuinya itu adalah dengan membuat ISLAM NUSANTARA.

Cobalah merenungkan ayat di bawah ini;

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Qs. Ali Imran 85.

Semoga setelah merenungkan ayat di atas maka akan menyadarkan diri kita dan akan melembutkan hati kita untuk mampu menerima Islam secara utuh.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Baca Juga: Semua Memiliki Aturan

Sedang mencari karpet untuk masjid? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid terlengkap berkualitas Turki. Dapatkan penawaran harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.