Setiap manusia pasti pernah marah. Bila ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak pernah marah maka bisa dikatakan bahwa dia pasti berdusta. Tetapi apabila ada yang mengatakan sering mencoba untuk tidak marah; nah ini mungkin bisa dimengerti.

hadits larangan marah
Image: Pixabay

Hadits Larangan Marah

Apabila melihat tentang ajaran Islam yang sempurna ini dengan jujur maka akan didapatkan tentang ajaran sabar dan larangan marah. Bahkan secara khusus Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda;

لَا تَـغْضَـبْ وَلَـكَ الْـجَـنَّةُ.

“Janganlah marah (maka) kamu akan mendapatkan surga”.

Apabila mencermati hadits di atas maka setidaknya ada beberapa poin yang bisa diambil pelajaran. Di antaranya;

1. Merubah wajah orang yang sedang marah.

Tidak percaya? Coba saja ketika sedang marah segera saja lari dan ambil cermin. Kira-kira cakepan mana wajahnya saat tersenyum dengan wajahnya saat ini, yang sedang marah.

2. Hilang nalarnya.

Ya benar. Orang yang sedang marah itu hilang daya nalarnya. Setidaknya bisa dibuktikan ketika dia berbicara dengan lawan bicaranya yang membuat dirinya marah.

Seandainya tidak sedang marah seseorang berbicara dengan lawan bicaranya yang saat itu dia duduk sejauh dua meter. Maka dia akan berbicara dengan volume nadanya cukup 50 saja. Dan dengan volume itu lawan bicaranya benar-benar bisa mendengarkan ucapannya.

Tetapi ketika seang marah, lawan bicaranya yang duduk dalam jarak 30 centi meter saja dia akan berbicara dengan volume nada suaranya setinggi lebih dari 100. Atau bahkan bisa lebih lagi. Juga teriakannya seakan-akan mau menarik urat lehernya.
Itu maknanya bahwa ketika marah daya nalarnya hilang. Sebab lawan bicaranya yang seharusnya dikasih nada volumenya cukup dikasih 50, lha ini malah 100. Bukankah ini akan membikin telinga lawan bicaranya akan ,,,,.

3. Menimbulkan penyakit.

Coba saja ketika ada teman atau saudara sedang marah segera detak jantungnya dipegang. Lalu hitung. Kira-kira berapa kali detaknya permenit? Lebih cepat bukan?

Nah jika detak jantungnya lebih cepat dari normalnya. Kemudian dia sering marah-marah, bukankah itu akan semakin sering detak jantungnya akan dipaksa untuk terus lebih cepat berdetaknya?

4. Memunculkan rasa su’udzon.

Tidak ada orang yang marah pada orang lain (contoh si A) itu ketika dia melihat orang yang sedang dia marahi (si A) dia akan khusnudzon. Padahal bukankah su’udzon itu dilarang?

Nah jika sudah tahu tentang efek negatifnya dari marah, masihkah suka mengumbar amarah? Maka alangkah bijaknya apabila mulai saat ini dirubah untuk bersabar dan tidak mudah marah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid terlengkap berkualitas Turki. Dapatkan penawaran harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.