Kisah Kaum Ad dan Kaum Tsamud

Bagi orang yang suka traveling dan suka berkunjung ke daerah-daerah yang memiliki bangunan-bangunan peninggalan bersejarah. Tentu mereka akan mengambil kesimpulan bahwa ternyata orang-orang dahulu memiliki cita rasa yang tinggi dan tehnologinya yang sudah berkemajuan pada zamannya.

Seperti gunung-gunung yang dipahat, bahan-bahan bangunan yang dihubung-hubungkan antara satu dengan lainnya tanpa perekat semen.

Lalu kenapa mereka dihancurkan?

Kisah Kaum Ad dan Kaum Tsamud

Ya, mereka dihancurkan karena mereka tidak mau taat kepada Allah Ta’ala. Dan sebaliknya kemajuan dan tehnologi modern (pada zamannya tentunya, pen.) yang mereka miliki justru dijadikan sebagai bahan kesombongan.

Lihat saja firman Allah Ta’ala berikut ini:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ. إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ. الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ. وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِي. وَفِرْعَوْنَ ذِي الأوْتَادِ. الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلادِ. فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ. فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ. إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad?, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah, dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti adzab, sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. Qs. Al Fajr 6-14.

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir mengatakan bahwa mereka dihancurkan karena mereka telah mendustakan para rasulNya dan menolak (isi) kitab-kitabNya.

Kemudian Ibnu Katsir memberikan contoh dalam Al Qur’an yang berkaitan dengan kaum Tsamud dan kaum Ad yang dibinasakan.

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ. فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ. وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ. سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ. فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ.

Kaum Tsamud dan Ad telah mendustakan hari kiamat. Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa, Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka. Qs. Al Haaqqah 4-8.

Dari contoh dua kaum yang Allah hancurkan itu, apakah masih belum cukup bagi manusia hari ini? Sehingga mereka masih saja berani meninggalkan agama Allah?

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid terlengkap berkualitas Turki. Dapatkan penawaran harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.